Kita

Aku tidak benar-benar ingat awal mula jumpa kita. Di ruang kelas kah? Di kegiatan sekolah kah? Lupa kiranya akan memori lama.

Perjalanan itu biasa-biasa saja, hingga keterpisahan membentangi jarak kita. Berada di pulau padat penduduk nusantara, berbeda kota nyatanya. Itu juga biasa saja. Tak ada yang istimewa.

Sampai suatu ketika udara seakan berbicara. Hujan turun rintik-rintik berbisik. Mentari menyinari pun seolah mengabari. Ada sesuatu dalam hati.

Perlahan kugali pesan tadi. Hati-hati mengucap dalam hati. Meski sejak awal segala jumpa terlihat biasa, semoga segala doa bertemu di langit dengan istimewa.

Aku,

kamu,

akan menjadi kita. Seperti semestinya.

(Bontang, 20 Februari 2014. 1:15 WITA. Crazy enough, huh? Jam segini nulis beginian entah buat siapa.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s