Lega

white-rose.jpgAku tidak mampu menjelaskannya dari mana. Bahkan permulaannya saja tak dapat kuraba keberadaannya. Maaf jika membuatmu bertanya-tanya.

Selama ini kau ke mana saja?

Tenang saja, aku tidak pernah ke mana-mana. Tetap menanti dengan seluruh sabar yang kupunya.

Maukah kau tertawa bersama?

Jika memang itu yang bisa kita bagi berdua, cukuplah bagiku mendengar riuh rendah tawamu yang nyata.

Oh, semakin bertanya-tanyakah dirimu ada apa ini sebenarnya?

Tanpa kata, biarlah berjalan semestinya. Tanpa wicara, biarlah rasa ini tetap di tempatnya. Tanpa suara, biarlah doa-doa ini mengalun pada Sang Maha Cinta.

Jika kau baik-baik saja,

aku

lega.

(Bontang, 2 Februari 2014. 18.15 WITA. Menanti adzan maghrib.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s