Congraduation

It’s unbelievable that I could graduate from college, really. Universitas Indonesia is my comfort zone.

Sudah sebulan lebih saya diwisuda. Beneran nggak percaya empat tahun perkuliahan terlewati juga. Kalau mengenang perjuangan sejak awal masuk, masya Allah terharu pisan! Bagaimana tidak? Sejak pertengahan 2008 saya sudah mencari info mengenai UI. Tes masuknya, jurusannya, biayanya, sampai ke account facebook mahasiswa-mahasiswanya. Hehehe. Sampai suatu ketika teman-teman SMA memberikan julukan pada saya ‘fanatik UI’. Semua info mengenai UI saya tahu, urusan seleksi masuk UI (SIMAK UI) pada Maret 2009 menjadi koordinasi saya dengan wakil kepala sekolah, dan saya tidak mengikuti tes masuk perguruan tinggi lain kecuali UI (dan Al-Azhar sih karena jadi back-up plan waktu itu hehe).

Selepas perpisahan SMA, saya langsung terbang ke Jakarta sendirian! Yes, saya sudah terbiasa melakukan segalanya sendirian sejak awal perkuliahan. Berangkat ke Jakarta sendirian, pulang-pergi tempat tes UMB dan SNMPTN sendirian, daftar bimbel sendirian, menuju tempat bimbel sendirian, mencari indekos sendirian, pindah sendirian, daftar ulang sendirian, dan kesendirian yang lainnya. Semua jalur masuk UI saya ikuti, hingga akhirnya diterima melalui jalur yang terakhir, yaitu SNMPTN. Alhamdulillah kalau dikenang lagi perjuangannya. 🙂

Awal-awal perkuliahan pun bukan tanpa rintangan. Bersama beberapa kawan se-UI, di awal perkuliahan kami sudah membuat ‘masalah’. Ini karena kami merasa keputusan penetapan BOP-B (Biaya Operasional Pendidikan -yang katanya- Berkeadilan) tidak adil sama sekali. Bahkan karena saking merasa keberatannya, saya hampir keluar di tahun pertama perkuliahan karena tidak sanggup membayar cicilan BOP-B. Setelah berjuang ke sana kemari, kami menerima hasil jerih payah kami. Beasiswa BUMN untuk angkatan 2009! Besarnya beda-beda untuk tiap anak. Alhamdulillah, saat itu saya merasa Allah sangat baik pada saya dan saya memang merasa berhak mendapatkannya mengingat perjuangan saya awal masuk itu. Saya mendapatkan beasiswa full BOP-B selama empat tahun dan living cost tiap bulan selama empat tahun juga. Nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kamu dustakan?

Perjuangan yang pantas dikenang adalah perjuangan untuk bertahan hidup selama perkuliahan. Meskipun kota Depok masih tergolong terjangkau untuk harga-harga kebutuhan sehari-hari, tapi kalau tidak punya uang kita bisa apa? Saya tidak sama seperti teman saya kebanyakan, yang mana mereka sudah dijatah oleh orang tuanya kiriman uang bulanan. Bahkan ada yang nominalnya hingga berjuta-juta. Astaghfirullah. Bukan, saya tidak iri apalagi dengki sama sekali! Saya memiliki kesadaran diri yang tinggi kalau memang keluarga saya adalah keluarga sederhana dan masih ada empat adik-adik saya yang harus ditanggung orang tua. Jadi, selama perkuliahan, saya sudah mencoba mencari uang dengan berbagai cara sejak tahun pertama. Saya pernah berjualan donat di kampus untuk makan tiap hari, saya pernah mengajar bimbel yang pernah digaji Rp 60.000,00 per-bulan, saya pernah mengajar privat, saya pernah membantu project dosen, hingga saya pernah bernyanyi di depan Menteri Pendidikan yang mana sampai saat ini itu merupakan gaji terbesar saya.

Sampai akhirnya, 1 Juli 2013…

Saya berhasil mempertahankan skripsi saya di hadapan dosen penguji dalam sidang skripsi. Tumpah ruah rasanya saat itu, terutama karena hari itu bertepatan dengan meninggalnya salah satu sahabat terbaik saya. Namun, saya merasa begitu banyak yang menyayangi saya. Kawan-kawan yang begitu ramai menunggu di depan ruang sidang, lengkap dengan hadiah-hadiah dari mereka untuk saya.

Image

Hadiah pasca sidang. Dua bouquet bunga, 1 tangkai mawar, 2 kotak Dunkin Donuts, 2 kotak pisang goreng pasir, 2 coklat Cadburry, 1 coklat coklat Take-It, selempang kelulusan, botol berisi pasir Bangka Belitung, goody-bag, parsel boneka, dan 2 laminating ucapan selamat.

Kemudian, belum lama ini, 30 Agustus 2013. Wisuda Sarjana Reguler dan Kelas Khusus Internasional Universitas Indonesia! It was amazing.

Sekali lagi, terima kasih ya Allah atas segala kasih sayang, kemurahan hati, dan pertolongan-Mu semasa perkuliahan. Kali ini saatnya ikhtiar lagi seperti empat tahun lalu untuk mimpi selanjutnya, Master Programme in Sweden/England. Bismillaah. Mohon bantuan, ya Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s